Peran Pertambangan dalam Bingkai Sejarah Kota Tambang di Indonesia

Sabtu, 11 September 2021
bingkai-sejarah.jpg

Pertambangan mineral dan batubara (minerba) merupakan kegiatan ekstraksi yang mengolah sumber daya alam tidak terbarukan berupa tambang dari perut bumi. Bahan tambang ini banyak dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Bisnis pertambangan memerlukan teknologi tinggi dan modal investasi besar.

Peran pertambangan dalam pembangunan nasional merupakan sumber penerimaan negara dan devisa (misi sektoral). Secara sektoral, sebagai sektor primer, pertambangan memberikan kontribusi dan memiliki peran penting bagi perekonomian dan pembangunan nasional. Di samping itu, pertambangan memiliki peran/misi kewilayahan, yaitu meningkatkan perekonomian daerah, membuka daerah-daerah baru, memperkecil kesenjangan kemajuan antar daerah, memperluas kesempatan kerja dan berusaha, serta pengembangan masyarakat sekitar tambang.

Oleh karena itu, upaya pemanfaatan sumber daya minerba bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat akan mencakup optimalisasi pemanfaatan kedua peran tersebut secara proporsional, berimbang dan berkelanjutan disesuaikan dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional. Terlalu berorientasi secara sektoral akan menyebabkan timbulnya permasalahan ekonomi dan ketimpangan sosial di daerah, sedangkan terlalu berorientasi terhadap misi kewilayahan akan menimbulkan berkurangnya daya tarik investasi di sektor ini.

Berdirinya kota-kota tambang di Indonesia merupakan akselerasi dari bekerjanya kedua peran/misi pertambangan secara sektoral dan kewilayahan di atas. Sawahlunto dan Tanjung Enim di Pulau Sumatera berkembang menjadi kota tambang modern awal abad 19 karena tambang batubara sejak zaman Belanda dan dilanjutkan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Kota Bangka dan Belitung tumbuh dan berkembang karena tambang timah jauh sebelum kemerdekaan, dan kemudian diteruskan oleh PT Timah Tbk (PT Timah).

Di Pulau Sulawesi, Sorowako tumbuh menjadi kota tambang modern dari aktivitas awal tambang nikel PT Inco Tbk yang dilanjutkan PT Vale Indonesia Tbk (Vale). Buton berkembang menjadi kota tambang dari aktivitas tambang aspal PT Sarana Karya yang dilanjutkan oleh PT Wijaya Karya Bitumen. Sangatta dari kota kecamatan berkembang menjadi kota tambang modern di Kalimantan seiring operasional tambang batubara PT Kaltim Prima Coal (KPC). Kegiatan pertambangan tembaga dan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengubah Timika, Tembagapura, dan Kuala Kencana menjadi kota tambang modern di bumi Papua.

...upaya pemanfaatan sumber daya minerba bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat akan mencakup optimalisasi pemanfaatan kedua peran tersebut secara proporsional, berimbang, dan berkelanjutan disesuaikan dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional.

BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved