Sorowako, Towuti, dan Malili

Ketika Keberlanjutan Jadi Core Value

Sabtu, 11 September 2021
sorowako.jpg
Dokumentasi Vale
1977 Sorowako perumahan D Potanda

Hingga 1960-an, Sorowako hanyalah sebuah desa kecil terpencil dikitari hutan belantara dengan hanya puluhan keluarga dari etnis Sorowako yang hidup sebagai perambah hutan. Catatan itu berubah sejak kehadiran PT Vale Indonesia (Vale) yang mendapat mandat Kontrak Karya dari Pemerintah RI pada Juli 1968 untuk menambang dan mengolah bijih nikel menjadi nickel matte. Sejak awal beroperasi, Vale tidak pernah mengekspor bijih mentah dan terbukti telah memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar dan juga bagi Indonesia.

Sorowako yang terletak di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, mulai menjadi magnet bagi pendatang baru dari beragam etnis di Indonesia, baik sebagai tenaga kerja di Vale maupun dalam kegiatan ekonomi yang lain. Vale membangun fasilitas di tiga daerah di sekitar operasi, yakni Sorowako, Towuti, dan Malili sepanjang 1973-1978.

Perusahaan membangun jalan logistik 64 km yang hingga kini juga digunakan sebagai jalan trans-Sulawesi yang menghubungkan poros Makassar-Sorowako. Jalan ini kemudian berubah status sebagai “jalan provinsi”. Sebelum dibangun jalan logistik, untuk menuju Sorowako, warga atau pekerja Vale menggunakan kapal dari Makassar menuju Malili di pesisir Teluk Bone selama belasan jam. Dari Malili, mereka menggunakan truk yang disediakan Perusahaan dan menempuh belasan jam lagi menuju Sorowako. Berkat jalan logistik yang beraspal mulus, waktu tempuh Sorowako-Makassar hanya 12 jam.

Vale membangun kompleks perumahan, pasar, sekolah, dan gedung pertemuan. Semuanya dikerjakan bersamaan dengan pembangunan pabrik pengolahan dan
fasilitas pendukung operasional lain. Biaya eksplorasi dan pembangunan infrastruktur di Sorowako dan dua daerah tersebut mencapai lebih dari US$845 juta ketika itu.

Dibangun pula fasilitas primer seperti Rumah Sakit Inco, Bandar Udara Khusus Sorowako, dan terminal bus antarkota. Bandara yang dibangun pada pada 1978 melayani penerbangan Sorowako-Makassar yang dapat digunakan oleh karyawan Vale serta masyarakat umum. Pada 2011, Vale melakukan airport security upgrade dan airport runway overlay. Terkait keamanan penerbangan, Vale menggelar pelatihan bagi petugas keamanan bandara dan memasang sistem keselamatan operasi penerbangan automated weather observation system (AWOS).

Diresmikan 31 Maret 1977, Rumah Sakit Inco (RS Inco) telah menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi karyawan Vale, keluarga karyawan, pekerja kontraktor, serta masyarakat Luwu Timur. Untuk layanan medis karyawan, RS Inco membuka unit-unit pembantu berupa klinik yang tersebar di Wawondula, Wasuponda, Malili, Petea, dan Plant Site. RS Inco juga memiliki unit penanganan dan penanggulangan HIV/ AIDS, yang merupakan bagian dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Mulai Januari 2019, RS Inco dikelola oleh institusi profesional di bidang perumahsakitan, Awal Bros.

Sedari awal Vale percaya bahwa pendidikan adalah gerbang pembuka masyarakat menuju kemajuan. Terkait dengan fungsi menyiapkan tenaga kerja andal, pada 1991 di bawah payung Yayasan Pendidikan Sorowako yang didirikan pada 1979 Vale mendirikan Akademi Teknik Sorowako (ATS). Tujuannya adalah menghasilkan pemuda-pemudi lokal terampil agar menjadi angkatan kerja siap pakai.

Kesempatan bagi Penduduk  Lokal dan Fasilitas Penunjang

Di luar itu, yang terpenting bagi Vale adalah bagaimana memberikan akses perbaikan ekonomi dan kehidupan bagi masyarakat di sekitar operasinya. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator. Misalnya kesempatan para pengusaha sebagai mitra perusahaan, baik di tingkat lokal mapun nasional. Mereka mengerjakan proyek-proyek Vale dari tingkat hulu (eksplorasi dan penambangan) hingga hilir (pengolahan dan pengiriman paket nikel). Hingga akhir 2019, ada 295 perusahaan lokal yang terlibat dalam pengadaan dan menjadi bagian dari rantai pasok Vale.

Signifikansi tersebut semakin terlihat jelas dengan pelibatan pekerja lokal (Sulawesi Selatan) dalam operasi perusahaan. Pada 2020, ada sebanyak 2.929 orang pekerja lokal Sulawesi Selatan dari total pekerja seluruhnya sebanyak 3.006 orang. Angka ini naik dari tahun sebelumnya (2019) sebesar 2.827 orang dari total pekerja 3.044 orang.

Sementara itu, untuk memberikan fondasi pada implementasi misi keberlanjutan perusahaan, Vale menggelar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Nilai realisasi dana program sosial ini dari tahun ke tahun juga menunjukkan peningkatan. Hal tersebut guna memberikan jangkauan penerima manfaat dan dampak yang lebih besar. Pada 2020, dana program ini mencapai US$4,1 juta (naik dari tahun 2019 senilai US$3,4 juta), dengan penerima manfaat langsung dari program ini lebih dari 38 ribu jiwa.

Di sisi lain, Vale membangun sarana dan fasilitas penunjang untuk mendukung roda ekonomi masyarakat dan membentuk peradaban di Blok Sorowako. Di antaranya adalah dengan menyuplai kebutuhan energi listrik (selain untuk kebutuhan pabrik pengolahan nikel Vale dari 3 PLTA-nya) yang didistribusikan kepada masyarakat melalui Perusahaan Listrik Negara.

Ada pula pembangunan water treatment berstandar baku mutu dari Perusahaan Air Minum Negara dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk kebutuhan air bersih masyarakat, pengelolaan sampah terintegrasi yang bekerja sama dengan pemerintah setempat. Juga pembangunan fasilitas olahraga, gedung pertemuan, hingga fasilitas rekreasi di tepi Danau Matano. Termasuk mengakomodasi pembangunan pasar yang merupakan fasilitas vital penggerak ekonomi juga dibangun di dua lokasi di Sorowako dan Towuti sejak 1977. Lengkaplah sudah Sorowako sebagai kota tambang dengan peradaban yang unik dan memesona.

Vale meyakini bahwa perusahaan masa depan adalah entitas bisnis yang menempatkan keberlanjutan sebagai core value, bukan semata added value. Komitmen itu tidak akan berubah, yakni memberi warisan positif bagi generasi mendatang, bahkan jauh setelah tambang berhenti beroperasi di Sorowako. Hal itu sejalan dengan Misi Vale: Mengubah sumberdaya alam menjadi kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan.

BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved