PT Indexim Coalindo

Sirup Mangrove dan Abon Bandeng Oleh-Oleh Minapolitan

Kamis, 9 September 2021
mangrove.jpg
Dokumentasi Indexim
Penanaman mangrove

Secara geografis, bagian selatan Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, dibatasi garis pantai yang menghadap ke Selat Makassar. Karena itu, PT Indexim Coalindo (Indexim) yang wilayah operasinya berada di kecamatan tersebut membaca potensi laut untuk memberdayakan masyarakat di sekitar tambang, terutama dari sisi perekonomian.

Didahului pengembangan kawasan mangrove di pesisir pantai Desa Kaliorang dan Selangkau, melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM), Indexim mencoba mewujudkan kawasan minapolitan di daerah tersebut.

Langkah awal yang dilakukan Indexim adalah menjalin kerjasama dengan Bina Swadaya Konsultan Jakarta. Kemudian, perusahaan berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Timur.

Untuk mewujudkan kawasan minapolitan, beberapa program yang dijalankan antara lain pembinaan pembudidaya tambak ikan bandeng yang tergabung pada kelompok Coalindo Persada. Pembinaan dilakukan melalui Sekolah Lapang Tambak Bandeng dan Udang Windu yang dilaksanakan mulai bulan Agustus 2019 hingga Januari 2020 di tiga lokasi yaitu Teluk Sekubik, Muara Selangkau, dan Jepu-Jepu.

Kegiatan Sekolah Lapang Tambak Bandeng mendapatkan apresiasi dari DKP Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Karena menurut catatan mereka, pada 2019, program ini hanya satu-satunya yang dilakukan di Indonesia. Pemerintah daerah kemudian mengusulkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memberi bantuan modal kerja kepada pembudidaya dan nelayan bandeng berupa mobile freezer yang berguna untuk menampung hasil, sekaligus transportasi pemasaran ikan ke luar daerah.

Program lain yang dilakukan Indexim adalah pendampingan teknis UMKM dengan mengadakan sekolah kuliner kelas pengolahan hasil panen ikan bandeng dan ikan tangkap untuk kelompok ibu-ibu istri nelayan maupun petambak pada bulan Agustus hingga November 2019. Tercatat ada empat kelompok ibu-ibu yang mengikuti sekolah kuliner ini. Hasilnya, jika semula mereka hanya memproduksi abon dan kerupuk ikan, setelah pendampingan ibu-ibu bisa menghasilkan 14 produk olahan maupun turunan dari produk sebelumnya.

Kelompok ibu-ibu mengikuti pelatihan UMKM sekolah kuliner pengolahan hasil panen ikan bandeng dan ikan tangkap (Dokumentasi Indexim)

Produk-produk tersebut yaitu abon bandeng, kerupuk ikan, stick ikan, amplang ikan, nugget bandeng, goyang-goyang ikan, bandeng presto, otak-otak bandeng, ikan asin, virgin coconut oil (VCO), es krim mangrove, sirup mangrove, dodol mangrove, dan sabun cair mangrove. Untuk kelompok petambak ada pelatihan pembuatan pelet pakan ikan.

Kemudian, Indexim juga merintis objek wisata edukasi tentang budidaya ikan bandeng serta olahan hasil ikan dan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai Muara Selangkau serta Jepu-Jepu. Sebagai rangkaian program ini, pada bulan November hingga Desember 2019 dilakukan penanaman 3.000 pohon mangrove dengan melibatkan karang taruna, ibu-ibu, anak sekolah serta aparat pemerintahan setempat. Penanaman mangrove ini juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur karena pada 2019 hanya satu-satunya yang dilakukan di Indonesia.

Dari sisi kelembagaan, Indexim juga memfasilitasi pelatihan manajemen kelompok dan pemasaran untuk kelompok Coalindo Persada dan kelompok ibu-ibu. Dari kegiatan ini kemudian muncul gagasan dari pengurus dan anggota kelompok untuk melegalkan kelompoknya dengan membentuk koperasi bidang perikanan. Pada 2020, embrio koperasi terbentuk dengan nama Mitra Bahari Jepu-Jepu.

Dengan beberapa program rintisan yang sudah dijalankan tersebut, kawasan minapolitan yang terus diperjuangkan Indexim dan masyarakat sekitar tambang akhirnya terwujud. Pada 2020, keberlanjutan program minapolitan antara Indexim dengan Bina Swadaya Konsultan serta DKP lebih ditingkatkan. Pada 6 September 2020, DKP Kabupaten Kutai Timur mensosialisasikan program minapolitan ikan bandeng di Desa Selangkau.

Desa itu terpilih menjadi kawasan minapolitan dari usulan program bina swadaya konsultan 2019. Dalam rangka peningkatan pembudidaya ikan bandeng di  Kabupaten Kutai Timur dan mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.12/MEN/2010 tentang Minapolitan, kemudian dilakukan launching kawasan minapolitan ikan bandeng di Desa Selangkau di aula DKP Kabupaten Kutai Timur pada 14 Oktober 2020 dan penandatanganan beberapa memorandum of understanding (MoU).

Sebagai parameter keberhasilan program, sejak adanya program PPM Indexim, pendapatan masyarakat telah meningkat cukup pesat. Produk olahan mangrove dan ikan yang awalnya hanya tujuh produk, setelah ada pendampingan meningkat menjadi 17 produk. Salah satu produk baru yang jadi andalan adalah sirup mangrove. Produk unik tersebut sejak Agustus 2019 dapat terjual antara 5-30 liter per bulan. Pada 2020 bisa mencapai penjualan sejumlah Rp2,86 juta. Kemudian ada juga produk abon bandeng yang pada Desember 2020 mencapai nilai Rp13,28 juta.

BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved