PT Asmin Bara Bronang

Satu Koperasi Tiga Sasaran

Jumat, 10 September 2021
kantor-taraku-mandiri.jpg
Dokumentasi ABB
Kantor Taraku Mandiri

Desa Barunang berada pada remote area yang berlokasi di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Untuk mencapai pusat kota kecamatan dibutuhkan waktu tempuh sekitar 4 jam. Sedangkan ke pusat kota kabupaten berjarak tempuh 10 jam. Lamanya waktu tempuh itu tidak terlepas dari kondisi jalan yang masih cukup sulit diakses. Bahkan, butuh kendaraan khusus agar bisa melewati medan jalan yang berat.

Berdasarkan hasil social mapping tahun 2014, mayoritas warga Desa Barunang merupakan peladang berpindah (67%) dan atau penambang emas liar (54%). Selain itu, ada juga yang bekerja sebagai PNS, perangkat desa maupun pekerjaan lainnya. Dari sisi geografis, Desa Barunang terbagi dalam tiga wilayah utama yaitu Pendarawah, Barunang dan Tumbang Mamput. Dari ketiga wilayah tersebut, Pendarawah memiliki tingkat kemiskinan tertinggi. Dari sisi pendidikan, warga Desa Barunang mayoritas lulusan SD dan SMP. Fasilitas pendidikan tertinggi adalah SD yang ada di wilayah Barunang dan Mamput.

Desa Barunang termasuk wilayah subur di sekitar Sungai Kuatan. Wilayah ini terbentang dalam luasan 40 kilometer persegi. Sebanyak 85 persen wilayah berupa hutan produksi dan 15 persen merupakan perladangan berpindah dan permukiman warga.

Secara turun-temurun, masyarakat Desa Barunang melakukan sistem pertanian sederhana dengan proses pembukaan hutan, pembakaran, pemanenan, dan perpindahan ke wilayah baru yang lebih subur. Beragam hasil pertanian yang ditanam hingga kini antara lain kangkung, bayam, kacang panjang, labu, cabai, dan jenis sayuran lainnya. Selain itu, terdapat pula buah-buahan seperti pisang, pepaya, dan nanas.

Beranjak dari kondisi tersebut, PT Asmin Bara Bronang (ABB) melalui PPM tergerak untuk meningkatkan kesejahteraan warga dengan mendirikan Koperasi Taraku Mandiri. Targetnya untuk membantu masyarakat Desa Barunang dalam memasarkan hasil pertanian mereka.

Koperasi Taraku Mandiri merupakan lanjutan dari program Kampung Mandiri Lestari berupa program pertanian terpadu (Integrated Farming System/IFS) yang fokus pada pemanfaatan sumber daya lahan dan pemasaran terpadu. Program dibangun dengan landasan triple bottom line. Dari sisi ekonomi,

Koperasi Taraku bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat dan swasembada Pangan. Dari sisi lingkungan, program ini diharapkan bisa mengurangi degradasi hutan karena ladang berpindah serta kerusakan lingkungan akibat penambangan emas liar. Sementara secara sosial bisa meningkatkan organisasi sosial masyarakat melalui koperasi dan mengurangi ketergantungan masyarakat kepada pertambangan batubara.

Selain itu, Koperasi Taraku Mandiri juga memiliki program petani cilik. Melalui program ini, koperasi berupaya memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini. Program petani cilik ini dilakukan melalui pelatihan tatap muka di area pertanian milik petani mitra Koperasi Taraku Mandiri. Selain memperkenalkan jenis-jenis tanaman dan sayuran, puluhan anak yang dengan antusiasnya bergabung dalam program petani cilik ini juga diberikan materi yang berkaitan dengan dunia pertanian. Setelah pelatihan, petani cilik ini terus dibimbing oleh para pendampingnya hingga benar-benar bisa memahaminya.

Koperasi Taraku Mandiri dijalankan di desa terdampak ABB yang meliputi empat wilayah yaitu Barunang, Mamput, Pendarawa dan Puruk Muntai. Program ini dilaksanakan secara intensif sejak Juli 2016. Hingga saat ini, koperasi terus berkembang. Dari sisi keanggotaan, yang semula hanya melibatkan 5 petani binaan berkembang menjadi 146 petani dengan kategori pemula (31), mikro (105), IFS (8), dan mandiri (2).

Sementara Program Kampung Mandiri Lestari, sampai Juli 2019, telah meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Barunang sebesar 133 persen, mengurangi pembalakan hutan (23%), mengurangi ladang berpindah (27%), mengurangi kerusakan lingkungan akibat penambangan emas liar (61%) dan swasembada pangan (135%). Di sisi perusahaan, program ini menjadi penyedia utama bahan pangan (32%), dan mengurangi ketergantungan pekerjaan ke perusahaan.

Koperasi Taraku Mandiri dilaksanakan sepenuhnya oleh anggota. Sedangkan ABB hanya berperan dalam pengawasan melalui konsep Plan, Do, Check, and Action (PDCA). Setiap proses dijalankan dengan kontrol ketat sesuai parameter yang telah ditetapkan. Proses perencanaan hingga evaluasi dijalankan secara berjenjang. Monitoring dilakukan dengan metode key performance indicator (KPI) yang dievaluasi terjadwal dengan pelibatan evaluasi secara berjenjang.

BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved