PT Arutmin Indonesia

Menyelamatkan Terumbu Karang dan Anggrek Meratus

Jumat, 10 September 2021
terumbu-karang.jpg
Dokumentasi Arutmin
Terumbu Karang

Transplantasi terumbu karang merupakan salah satu contoh program PPM yang dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar tambang dan bertujuan untuk kehidupan berkelanjutan. PT Arutmin Indonesia (Arutmin) mendukung penuh program ini karena merupakan upaya konservasi keanekaragaman hayati dalam rangka berkontribusi mengurangi risiko dari perubahan iklim dengan menjaga daur hidup terumbu karang di wilayah operasional Arutmin.

Selain itu, program ini pun untuk menjawab opini yang berkembang yang menyebutkan industri batubara banyak yang membawa kerusakan seperti kehancuran komunitas laut dan pantai. Karena itu, transplantasi terumbu karang merupakan terobosan untuk memelihara lingkungan, yang nantinya bisa dinikmati masyarakat dan generasi mendatang.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sarang Tiung dan wilayah operasional Arutmin, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam pelaksanaannya, komunikasi publik dan penekanan terhadap partisipasi masyarakat dalam manajemen transplantasi terumbu karang menjadi kunci. Karena itu, pada 13 Juli 2019, Arutmin memfasilitasi pembentukan komunitas sadar lingkungan dengan nama Pemuda Sahabat Laut, untuk melakukan pendampingan pada kelompok ini dalam melaksanakan transplantasi terumbu karang.

Dari progam ini diharapkan terumbu karang yang dijaga kelestariannya dapat menjadi sumber keanekaragaman hayati, fish shelter, menahan abrasi pantai yang disebabkan oleh gelombang laut, bahkan menjadi tempat wisata bahari.

Untuk menjaga kesinambungan program ini, Arutmin Indonesia terus meningkatkan peran serta masyarakat pantai dalam pelestarian lingkungan, bekerjasama dengan institusi terkait. Salah satunya berupa penanaman mangrove di sepanjang pantai yang ada di wilayah desa lingkar pelabuhan dengan pelibatan komunitas dan kampanye sadar lingkungan. Di samping itu Arutmin mengajukan izin untuk budidaya dan penjualan karang hias serta mendorong pemerintah desa membuat kebijakan desa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, praktik-praktik perusakan terumbu karang dapat diakhiri sehingga dapat menahan laju kerusakannya. Ke depan, Arutmin akan menyesuaikan program penutupan tambang untuk kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan laut dan pemanfaatannya, antara lain berupa program pemanfaatan tapak untuk wisata mangrove dan wisata lainnya.

Pelestarian Anggrek Spesies Meratus

Selain program transplantasi terumbu karang, PT Arutmin Indonesia juga mempunyai program pelestarian anggrek endemik dan langka spesies Meratus yang terancam eksistensinya akibat pembersihan lahan dari sektor pertambangan dan industri lainnya di Kalimantan Selatan.

Arutmin menjadi pelopor dalam penangkaran dan pelestarian anggrek Meratus di industri pertambangan. Perusahaan mendata semua jenis anggrek Meratus yang diperoleh dari wilayah operasional pertambangan dalam upaya penyelamatan dan pelestariannya, kemudian membangun penangkaran anggrek untuk perbanyakan yang selanjutnya anggrek-anggrek tersebut dikembalikan ke area reklamasi. Rumah anggrek dibangun di Nursery Batulicin yang diresmikan oleh Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming pada 11 Februari 2013. Arutmin menggandeng INOS (Indonesia Native Orchid Society) Kalimantan Selatan dan masyarakat untuk meningkatkan ragam jenis koleksi anggrek Meratus.

Arutmin juga mempunyai penangkaran Goa Sugung Orchid House yang kemudian dipindahkan ke Jiringa Orchid House pada 2019 untuk meningkatkan kapasitasnya, bersinergi dengan pusat pembibitan tanaman yang dimiliki perusahaan. Spesies anggrek Meratus dari nursery kemudian disisipkan untuk dipindahkan ke area reklamasi sebagai upaya pelestarian dengan mengembalikan ke habitat asalnya. Hingga 2019, penyisipan anggrek Meratus di area reklamasi mencapai 1.444 pohon dari 23 jenis spesies anggrek.

Saat ini, metode perbanyakan anggrek masih menggunakan sistem konvensional yaitu dengan cara perbanyakan tunas/anakan, keiki dan stek maupun biji. Ke depan akan dikembangkan metode kultur jaringan untuk mempercepat proses perbanyakan anggrek Meratus. Untuk itu telah dilakukan kerjasama dengan Esha Flora Bogor dalam pelatihan metode perbanyakan anggrek dengan cara kultur jaringan.

Perusahaan terus melibatkan masyarakat dalam rangka meningkatkan kecintaan, pengetahuan dan kepedulian terhadap anggrek Meratus, di antaranya dengan edukasi ke sekolah-sekolah. Harapannya masyarakat dan pihak sekolah turut ambil bagian dalam pelestarian anggrek Meratus baik lingkup rumah tangga, sekolah maupun dalam skala yang lebih besar.


BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved