PT J Resources Bolaang Mongondow

Melestarikan Adat, Merayakan Tulude

Jumat, 10 September 2021
tulude.jpg
dokumentasi JRBM
JRBM setiap tahun berpartisipasi dalam bantuan dana untuk festival Tulude

Perusahaan tambang yang juga terlibat dalam kegiatan pengembangan masyarakat, khususnya seni dan budaya adalah PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM). Festival Tulude, festival adat “tolak bala” yang dilakukan oleh suku Sangir di daerah Sangihe Talaud, menjadi sarana JRBM dalam pelestarian budaya di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan atau lebih akrab disebut Bolsel.

Sebelum dijadikan sebuah festival, perayaan adat Tulude belum terlalu meriah, hanya sebatas kegiatan suku Sangir di lingkup desa Dumagin A Kecamatan Pinolosian Timur Bolsel. Walaupun belum terlalu meriah, Tulude sudah diisi dengan berbagai kegiatan seperti pemotongan kue adat Tamo, Empat Wayer, Masamper, dan Tarian Tagonggong.

Sejak 2010, perayaan adat Tulude di Desa Dumagin A itu dinyatakan sebagai festival tahunan oleh Herson Mayulu, Bupati Bolsel. Sebagai festival tahunan, perayaan adat Tulude dibuat lebih meriah dan berlangsung beberapa hari dengan puncaknya di akhir bulan Januari. Agar festival lebih meriah, kegiatan dalam perayaan adat Tulude ditambah dengan lomba Masamper dan Empat Wayer, acara jemputan adat kepada perwakilan pemerintah yang hadir, dan ibadah syukur.

"Tulude ...sebagai Thanks Giving-nya masyarakat Sangihe"

Istilah Tulude berasal dari kata suhude yang secara harfiah berarti menolak atau mendorong. Bisa dengan mudah diartikan sebagai melupakan masa lalu dan menyambut tahun baru atau sebagai Thanks Giving-nya masyarakat Sangihe. Selain itu, Tulude adalah upacara syukur untuk Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan Yang Maha Esa) untuk semua berkah selama musim lalu.

“Festival Tulude merupakan ungkapan syukur pada Tuhan, atas perlindungan-Nya di 2019 serta masuk 2020, Tulude ini juga mempunyai empat makna yaitu wahana untuk menjalin hubungan persaudaraan, kemudian syukur berserah kepada Tuhan, tinggalkan hal yang tidak dikehendaki Tuhan dan berjanji berbuat baik sekaligus menolak bala, dan yang keempat yaitu sebagai sarana perekat antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Iskandar, Bupati Bolsel.

Festival Tulude semakin tahun semakin meriah dengan kehadiran suku-suku lain di Kabupaten Bolsel dan kabupaten lainnya di Sulawesi Utara, seperti suku Minahasa, Mongondow, Bolango, dan Gorontalo yang berasal dari Bitung, Manado, Kotamobagu, Gorontalo, Molibagu dan Minahasa. Atraksi pemotongan kue adat Tamo pun menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk mengikuti festival. Sekitar 1500 orang diperkirakan menghadiri puncak acara festival ini. Perayaan adat Tulude bukan perayaan adat biasa, namun dapat dimaknai sebagai sarana masyarakat untuk menjalin kebersamaan dan persaudaraan dalam suatu komunitas yang utuh.

Peran serta kurang lebih 200 pemuda pemudi desa Dumagin A dalam penyelenggaraan festival Tulude menjadi bukti nyata partisipasi generasi muda dalam pelestarian budaya asli daerah. Selanjutnya, penyelenggaraan festival juga perlu didukung dengan fasilitas lainnya, seperti sanggar budaya atau tari, tempat bagi pemuda pemudi berlatih menari atau ritual adat lainnya. Pemuda dan pemudi dapat beraktivitas melestarikan budaya mereka secara turun menurun melalui tarian yang akan dipentaskan dalam festival Tulude.

Melalui festival yang dilakukan setiap tahun, perayaan adat Tulude yang sarat dengan nuansa religi dan nilai tradisi itu diharapkan dapat terus didorong dan dikembangkan, sehingga kearifan lokal suku Sangir di Bolsel dapat dilestarikan. Sebagai event tahunan yang didukung oleh pemerintah daerah dan JRBM, festival Tulude telah menjadi kalender wisata budaya Kabupaten Bolsel yang sangat menarik untuk diikuti.

BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved