Manfaat Sapi dari “Banteng Perjuangan”

Jumat, 10 September 2021
sapi-bayan.jpg
Dokumentasi Bayan
Peternakan sapi di lahan bekas Tambang PT GBP II di Desa Belusuh, Kecamatan Siluq Ngurai

PT Bayan Resources Tbk (Bayan) melalui anak perusahaannya, membangun kemampuan masyarakat lingkar tambang untuk mengenal berbagai alternatif usaha, agar mampu melihat peluang ekonomi yang bisa dikembangkan, mampu membangun usaha yang lebih mandiri dan tumbuh besar, seperti membuat olahan pangan, kerajinan tangan, industri kecil, pertanian, peternakan sapi, babi, kambing, unggas, perikanan, dan lain-lain.

Salah satu program yang menjadi unggulan adalah program peternakan sapi. Program peternakan sapi di lahan bekas tambang PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP) Blok II, salah satu anak perusahaan Bayan, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dikelola oleh kelompok masyarakat Desa Belusuh Kecamatan Siluq Ngurai sejak 2016.

Hal ini sejalan dengan program pengembangan sapi Kalimantan Timur yang ditunjuk Kementerian Pertanian sebagai pilot project pengembangan kawasan ternak sapi terintegrasi di lahan bekas tambang batubara secara nasional, pada Rembuk Peternakan Kalimantan Timur 2016 di Kelompok Tani Lubuk Makmur Desa Lubuk Sawah, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

Program peternakan sapi tersebut dilaksanakan di areal lahan bekas tambang GBP II seluas 25 ha dengan jumlah awal sapi yang diternakkan sebanyak 50 ekor yang didapat melalui memorandum of understanding (MoU) dengan Bupati Kutai Barat dan Perjanjian kerjasama antara GBP II dengan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kutai Barat.

Untuk tahap awal pelaksanaan program peternakan sapi tersebut, GBP II melakukan pembinaan kepada tujuh warga yang tergabung dalam Kelompok Peternak Banteng Perjuangan. GBP II terus berupaya untuk melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi sehingga program dapat terus berlanjut dan dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat sekitar, termasuk dengan mengadakan program penyuluhan dan pelatihan bagi anggota kelompok ternak, bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Siluq Ngurai. Pada areal lahan bekas tambang yang telah dilakukan reklamasi/revegetasi dengan menggunakan rumput sebagai cover crop sangat cocok dijadikan sebagai areal peternakan.

Untuk lebih meningkatkan produktivitas perkembangan kegiatan peternakan sapi secara keseluruhan dan pengelolaan pakan ternak khususnya, GBP II menyediakan tambahan lahan seluas 32 ha untuk dimanfaatkan menjadi kawasan program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan lahan pascatambang untuk kawasan peternakan sapi bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kutai Barat, sehingga total luas lahan untuk program peternakan sapi menjadi sekitar 57 ha.

Beberapa kunjungan dilakukan oleh pemerintah daerah untuk melihat perkembangan dan kendala yang dihadapi program peternakan sapi, seperti oleh rombongan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kutai Barat, untuk melihat langsung program peternakan sapi di GBP II untuk melihat peternakan sapi yang dikelola oleh kelompok tani, Desa Belusuh Kecamatan Siluq Ngurai.

Rombongan Gubernur Kaltim mengunjungi Program Pengembangan Peternakan Sapi GBP II di Muara Tae, November 2020. (Dokumentasi Bayan)

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor berharap dengan adanya peternakan sapi akan menambah perekonomian bagi masyarakat, “Kita harus gerak dan giatkan di bidang pertanian dan peternakan mengingat hasil sumber daya alam lama-kelamaan akan habis,” katanya.

Beberapa penghargaan yang diterima GBP II, yaitu pada 2018, penghargaan dari Bupati Kutai Barat atas pemanfaatan lahan bekas tambang untuk program peternakan sapi dalam rangka mengurangi pembelian sapi potong dari luar Provinsi Kalimantan Timur. Pada 2019, Kelompok Banteng Perjuangan binaan GBP II menerima penghargaan Juara kedua tingkat Provinsi Kalimantan Timur dengan kategori pengelolaan ternak pola ekstensif dan berhasil menyisihkan puluhan kelompok dari kabupaten/kota lainnya.

GBP II juga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Kalimantan Timur sebagai perusahaan yang mendukung program peternakan dan pengelolaan lahan bekas tambang untuk peternakan sapi. Sementara pada 2020, GBP II juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Juara Pertama Tingkat Nasional Peternakan Sapi Inovatif dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Menurutnya, kelompok yang telah berhasil membudidayakan sapi ini adalah kelompok tani Banteng Perjuangan yang sekarang ada 22 orang anggota dengan sapi yang dipelihara sekitar 93 ekor, luas lahan sementara 57 ha, di dalam areal ini tersedia biogas untuk memasak dan penerangan yang memfungsikan kotoran ternak sapi dan selter beserta program hijau makanan ternak (HMT).

“Jangan tunggu orang berhasil, jangan merasa rendah diri, kita harus bisa beternak, dan saya mempunyai cita-cita Provinsi Kalimantan Timur ke depan harus menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia.”

Isran Noor
Gubernur Kalimantan Timur
BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved