PT Freeport Indonesia

Bersama Papua Menyambut Bonus Demografi

Selasa, 7 September 2021
ipn.jpg
Dokumentasi PTFI
Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) dibangun PTFI pada tahun 2003

PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berupaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia Papua untuk menyambut bonus demografi Indonesia pada 2030. Salah satu program yang terus berjalan adalah penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat Papua melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) sebagai lembaga pendidikan vokasi nonformal, sekaligus pelopor pengembangan standardisasi tes penilaian kerja di Papua.

Dibangun oleh PTFI pada 2003, IPN berfokus pada pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter dengan 91% siswanya merupakan siswa asli Papua. Beberapa program utama di IPN antara lain pelatihan kompetensi dasar (literasi), Program Magister Bisnis Administrasi (MBA) bagi karyawan bekerja sama dengan Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), magang untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan, Papuan Sustainable Human Capital untuk meningkatkan kemampuan dasar dan kedisiplinan kerja, serta pelatihan kepemimpinan.

“Demografi Indonesia tahun 2030 dapat menjadi sebuah bonus yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia untuk dapat berkembang menjadi negara maju di dunia. Untuk itu, PTFI melalui IPN terus mewujudkan komitmennya untuk membantu pemerintah mencetak generasi-generasi muda Papua yang unggul dan berdaya saing global, khususnya di bidang pertambangan,” kata Soleman Faluk, Direktur IPN.

Adapun Indonesia kini tengah mengalami proses perubahan struktur penduduk, jumlah dan persentase penduduk berusia produktif, yakni penduduk yang berusia 15-64 tahun, merangkak naik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk berusia produktif ini akan mencapai lebih dari 200 juta orang atau sekitar 70% dari total populasi Indonesia pada 2030 mendatang. Komposisi ini akan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi berusia produktif terbanyak di Asia Tenggara.

Melihat potensi tersebut, IPN pun terus beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan industri, hingga kini telah memiliki 15 jurusan teknik, seperti heavy duty mechanic, miner underground, electrician, dan construction. Selain itu, IPN juga memiliki program nonteknis yang meliputi program D-3 bisnis administrasi dan tata niaga, serta Papuan Bridge Program (program pelatihan kewirausahaan dan pembekalan tenaga siap kerja). Berkat kurikulumnya yang lengkap, IPN berhasil membuat PTFI memecahkan rekor MURI sebagai “Perusahaan Tambang dengan Program Pengembangan dan Pelatihan Terlengkap bagi Masyarakat Lokal”.

Sebagai upaya untuk menyetarakan kualitas pendidikan pertambangan di IPN, PTFI juga telah bermitra dengan berbagai lembaga pemerintahan dan pendidikan, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Cendrawasih, Universitas Papua, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. Selain itu, PTFI juga berkolaborasi dengan beberapa perusahaan kontraktor untuk memberikan penguatan keterampilan kerja dan peningkatan kualitas guru sekolah menengah kejuruan (SMK) di Timika.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okoare memberikan rekognisi atas peran PTFI melalui IPN terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia Papua sehingga banyak anggota masyarakat yang dapat terlibat dalam bekerja di lingkungan perusahaan, baik PTFI maupun kontraktornya.

Sejak IPN dibuka pada 2003, tercatat 91% pesertanya adalah orang asli Papua. Hingga 2020, IPN sudah meluluskan lebih dari 4.000 siswa dan 2.700 orang di antaranya telah bergabung bersama PTFI. "Saya sangat mengapresiasi sekali dengan adanya IPN. Kami minta kepada pimpinan PTFI agar program ini jangan putus, bisa berkesinambungan dan berjalan dengan baik. IPN telah mencetak generasi asli Papua yang unggul dan memiliki daya saing serta siap turun di dunia kerja maupun dunia usaha,” ujar Gregorius Okoare.

Di masa mendatang, PTFI berharap akan semakin banyak putra dan putri Papua yang mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di IPN dan berkiprah dalam memajukan industri pertambangan dalam negeri.

“Program pendidikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kami perkuat dengan program pengembangan karakter, membuat IPN dapat terus mencetak generasi muda Papua yang tidak hanya kompeten dan unggul di bidang pertambangan, tetapi juga memiliki karakter profesional dan berdaya saing di tingkat nasional dan internasional. Kami berharap apa yang kami lakukan ini mampu meningkatkan kualitas SDM Papua dan berkontribusi bagi persiapan bangsa ini menyambut bonus demografi tahun 2030.”

Soleman Faluk
Direktur IPN
BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved