PT Multi Harapan Utama

Bekas Lubang Tambang Ciptakan Sumber Kehidupan, Menuju Masyarakat Sehat

Jumat, 10 September 2021
bekas-lubang-tab.jpg
Dokumentasi MHU

Kehadiran PT Multi Harapan Utama (MHU) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar area pertambangan melalui bantuan pembangunan infrastruktur yang belum terjangkau oleh pemerintah. Kegiatan yang dilakukan antara lain berupa pembangunan sarana pengolahan air bersih, sarana irigasi, area peternakan sapi, perbaikan jalan dan jembatan serta pembinaan daerah wisata.

Salah satu hasil kegiatan MHU yang menyulap lubang bekas tambang menjadi kolam penampungan air bersih telah sangat membantu masyarakat sekitar area tambang. Sebelumnya, masyarakat yang tinggal jauh dari sumber air bersih harus berjalan sekitar 3 km dari tempat tinggal mereka.

Selain jauh, dengan keterbatasan sumber air, salah satu wilayah permukiman dengan penghuni sekitar 2.800 orang/700 kepala keluarga (KK) harus berjubel dalam aktivitas mandi, mencuci dan buang air besar di satu area aliran sungai. Dampaknya masyarakat sering terjangkit sakit perut karena tercemar bakteri E. coli. Penyakit kulit juga merupakan hal yang lumrah.

Sebelumnya, masyarakat yang tinggal jauh dari sumber air bersih harus berjalan sekitar 3 km... 

MHU membangun sarana air bersih berupa pembangunan water treatment plant (WTP) berkapasitas 26 liter per detik yang terletak di empat lokasi, yaitu Kelurahan Loah Ipuh Darat (void 02 dan 05), Desa Jonggon Jaya (void 20), dan Desa Margahayu (void 27).

Sumber air bakunya berasal dari air yang tertampung pada bekas lubang tambang yang berjarak cukup jauh dari permukiman warga, tercatat bisa mencapai 3,6 km. Untuk mendistribusikannya, air bersih dialirkan ke permukiman warga yang bisa mencapai jarak antara 700-2.500 meter.

Selanjutnya instalasi air bersih tersebut dikelola oleh warga Desa Margahayu lewat kelompok masyarakat antara lain Tirta Pelita Kita. Peresmian dilakukan oleh Bupati Kutai Kartanegara. Pasca pemasangan WTP, masyarakat terlihat lebih sehat, berpola hidup bersih, dan frekuensi terjangkitnya penyakit menjadi menurun.

Area lahan bekas tambang PT MHU untuk lahan peternakan (Dokumentasi MHU)

Lumbung Protein Hewani

... slogan hidup sehat dengan kecukupan nutrisi 4 sehat 5 sempurna terpenuhi sudah di sekitar area tambang MHU.

Ide optimalisasi pemanfaatan lahan bekas tambang lainnya berupa pembuatan area peternakan sapi pedaging, yang diberi nama Mini Ranch Jayatama. Area bekas tambang dikonversi menjadi area kandang peternakan sapi pedaging dan area penanaman rumput gajah untuk makanan ternak. Ide luar biasa MHU disambut antusias oleh masyarakat dengan ikut mengelola hasil pembangunan peternakan sapi pedaging modern.

Dampak lanjutannya adalah terpenuhinya kebutuhan protein hewani masyarakat dengan murah dan terjangkau. Efek ganda dari usaha peternakan sapi pedaging adalah tumbuhnya kegiatan masyarakat untuk perkebunan rumput gajah sebagai pakan dasar ternak sapi. Efek ini mengurangi pengangguran terselubung dan bahkan dapat pula menjadi usaha sampingan para pekerja dan karyawan dalam memanfaatkan sisa waktu luang untuk kegiatan perkebunan rumput gajah.

Selain peternakan, aktivitas MHU juga mendorong swasembada pangan terutama peningkatan produksi beras. Kunci produktivitas antara lain jumlah aliran air yang cukup di samping pencegahan hama dan musuh tanaman lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan irigasi, area cekungan bekas tambang dibangun menjadi area penampungan air untuk selanjutnya dialirkan ke persawahan. Lokasi kegiatan berlangsung di Kecamatan Loa Janan, dan di daerah ini berita miring kekeringan maupun gagal panen sudah tidak terdengar lagi. Dampak positif pemanfaatan bekas tambang ini juga terlihat dari rendahnya kredit macet dari BPR maupun BRI serta kantor Pegadaian.

BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved