Asa di Rumah Baru Suku Punan Basap

Jumat, 10 September 2021
suku-punan-basap.jpg
Dokumentasi BC
Senyum Suku Dayak Punan Basap di rumah baru

Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya komunitas adat terpencil (KAT) kerap kurang tepat sasaran. Hal itu karena pelaksanaan program tidak sesuai dengan kebutuhan KAT atau terdapat perbedaan dalam cara pandang terhadap nilai kehidupan antara komunitas adat dan masyarakat kota.

KAT adalah sekumpulan orang dalam jumlah tertentu yang terikat oleh kesatuan geografis, ekonomi, dan/atau sosial budaya, dan miskin, terpencil, dan/atau rentan sosial ekonomi, sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Presiden No.186 Tahun 2014.

KAT di Kabupaten Berau memiliki sejarah panjang dengan budaya yang kaya akan kearifan lokal. Untuk menjadikan KAT sebagai masyarakat lokal yang tangguh, maka kearifan lokal itu harus dijadikan dasar program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) sekaligus dilestarikan.

Melalui program resettlement atau penempatan lokasi baru yang dimulai 2010, BC menunjukkan kepeduliannya terhadap suku Dayak Punan Basap, salah satu KAT di Berau. Rumah yang layak huni dibangun lengkap dengan sambungan listrik, stok sembako, pengobatan gratis dan antar jemput anak sekolah.

Resettlement atau penempatan lokasi baru sering juga disebut dengan relokasi atau pemindahan tempat. Tujuan pemindahan tempat suatu komunitas dikaitkan dengan pemberdayaan komunitas tersebut dengan memberikan hak atas tanah dan bangunan serta sarana pendukung yang lengkap untuk kepentingan umum. Hal tersebut dapat membangun kembali kepercayaan diri komunitas.

Dalam pelaksanaan program resettlement KAT, BC bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau telah membangun 18 unit rumah tipe 60 di atas lahan seluas lebih kurang 73 ha sebagaimana diberitakan oleh salah satu media di Kalimantan Timur.

"Waktu saya lihat pertama kali, saya pikir resor, (permukiman) ini bagus sekali."

Menko Kesra 2010 - 2015,
Agung Laksono

“Waktu saya lihat pertama kali, saya pikir resor (permukiman) ini bagus sekali. Semoga bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain, dan ditiru di daerah selain Kabupaten Berau,” ujar Menko Kesra periode 2010 - 2015 Agung Laksono, ketika meresmikan permukiman KAT km 10 Lati, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau.

Selain di km 10 Lati, pada 2013, BC juga melaksanakan program resettlement di Meraang, Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Sambaliung, untuk warga RT 8 dan 9 yang jumlahnya 318 jiwa atau 82 kepala keluarga. Sementara di 2019, BC merelokasi warga KAT di km 16 ke km 2 Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur. Sebelum direlokasi, warga di km 16 itu terisolasi dan jarang terekspos karena minimnya fasilitas pendukung.

Banyak keuntungan yang didapat oleh komunitas Punan Basap melalui program resettlement ini, diantaranya jarak tempuh ke jalan raya yang semakin dekat, menjadi hanya sekitar 2 km. Aktivitas warga lebih efektif karena akses ke sekolah dan kampung di sekitarnya juga menjadi lebih mudah dijangkau.

Relokasi itu diapresiasi Kepala Kampung Sambakungan, Rizal. Dirinya juga berterima kasih, karena manajemen BC membuka harapan baru bagi warga KAT.

“Tidak bisa kita mungkiri, keberadaan BC ini membawa dampak positif bagi kemajuan suatu kampung, dan hari ini mereka kembali membuktikan dengan cara membangun perkampungan di km 2 ini,” ujarnya.

BC telah cukup lama memperhatikan keberadaan warga KAT sekitar tambang dan terus melakukan pendampingan setelah relokasi dilaksanakan. Paska relokasi, komunitas Punan Basap diharapkan dapat mandiri dan mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Setelah menempati rumah baru, BC akan melakukan pembinaan di bidang pertanian khususnya sahang atau lada dan ternak madu agar kesejahteraan warga Punan Basap meningkat.

Konsistensi BC dalam mendampingi KAT diakui dengan penghargaan sebagai 2nd Runner Up kategori CSR untuk “Program Relokasi Suku Punan Basap sebagai Bagian dari Pemberdayaan Masyarakat Adat di Sekitar Operasi BC”.

"...salah satu program CSR kami berhasil menerima penghargaan bergengsi ASEAN Energy Awards 2019 ...”

“Kami sangat bersyukur, alhamdulilah salah satu program CSR kami berhasil menerima penghargaan bergengsi tersebut. Penghargaan ASEAN Energy Awards 2019 ini menjadi apresiasi terhadap program Berau Coal dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasional kami. Penghargaan ini tentunya diperoleh dari hasil kerja keras seluruh pihak PT Berau Coal melalui Yayasan Bhakti Berau Coal (YDBBC) dengan dukungan Kementerian ESDM dan kerja sama yang baik dengan Pemda Berau,” papar Gatot Deputy Director Operation Support & Relations BC.

BERI KOMENTAR
TERKAIT
Copyright © 2022 TAMASYA - Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
All Rights Reserved